Pages

Thursday, November 22, 2018

Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW di Mekah

BAB 5
Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW di Mekah

* Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW di Mekah
* Subtansi Dakwah Rasul di Mekah
* Strategi Dakwah Rasul di Mekah
* Menunjukkan Sikap Tangguh dan Semangat Menegakkan Kebenaran

Membuka Relung Hati
Siapakah pembunuh bayaran yang menghunuskan pedangnya tatkala Rasulullah SAW. dalam perjalanan dari Mekah untuk hijrah ke Madinah?

Cahaya Ilahi di Hati Pembunuh Bayaran
Tatkala Rasulullah saw. dalam perjalanan dari Mekah untuk hijrah ke Madinah, berkumpullah orang-orang kafir Mekah di Darun Nadwah (nama tempat pertemuan) di rumah Abu Jahal. Dalam pertemuan tersebut, diputuskan untuk mengadakan sayembara, “Barangsiapa berhasil membawa Muhammad saw. kepada kami, atau berhasil membawa kepalanya, maka kami (tokoh kafir Quraisy) akan memberi hadiah 100 unta merah yang hitam biji matanya.” Kemudian, berdirilah  seorang  di antara mereka, namanya Suraqah bin Malik. Ia berkata, “Aku yang sanggup membawa Muhammad saw.”
Ilustrasi seorang pemburu bayaran.

Setelah itu ia langsung keluar untuk mengejar Rasulullah saw. Ketika berhasil menemukan Rasulullah saw., tanpa membuang waktu, Suraqah langsung menghunus pedangnya hendak membunuh Rasulullah saw. Pada saat itulah, Allah Swt. menunjukkan kekuasaan-Nya. Allah Swt. memerintahkan bumi untuk patuh kepada perintah Rasulullah saw. Rasulullah saw. memerintahkan bumi untuk menahan Suraqah, sehingga ia dan kudanya terperosok ke dalam bumi sampai sebatas lututnya. Ketika melihat kudanya tidak dapat bangun, Suraqah memohon pertolongan kepada Rasulullah saw. seraya berkata, “Wahai Muhammad, amankanlah diriku! Amankanlah diriku!” Maka, Rasulullah saw. berdoa kepada Allah Swt. untuk menolong Suraqah yang hampir tertelan bumi. Akhirnya, Suraqah pun terbebas dari bahaya yang hampir merenggut nyawanya. 
Setelah menyelamatkan Suraqah, Rasulullah saw. kembali melanjutkan perjalanannya menuju Madinah. Namun, Suraqah kembali mengejarnya dengan pedang terhunus di tangannya. Ternyata Suraqah masih tetap ingin membunuh Rasulullah saw. Seperti sebelumnya, Allah pun kembali memerintahkan bumi untuk menelan kaki kuda Suraqah. Bahkan, kini amblasnya hingga ke batas pusarnya. Karena takut ditelan bumi, Suraqah kembali memohon pertolongan Rasulullah saw. dengan amat memelas. “Wahai Muhammad, selamatkanlah diriku. Aku tidak akan menyakitimu lagi setelah ini.” Karena mendengar permohonan Suraqah yang demikian memilukan, Rasulullah saw. pun memohon kepada Allah Swt. agar menyelamatkan Suraqah.
Setelah selamat untuk yang kedua kalinya, Suraqah kemudian turun dari kudanya dan menghadap Rasulullah saw. untuk memohon ampun atas perbuatan jahatnya. Dengan penuh kelembutan, Rasulullah saw. pun memafkannya. Suraqah akhirnya menyatakan keislamannya di hadapan Rasulullah saw.

Memperkaya Khazanah Peserta Didik

A. Dakwah Rasulullah SAW di Mekah
Dakwah Nabi di Mekah berlangsung selama 13 tahun. Selama itu Nabi menanamkan nilai-nilai tauhid dan mengajarkan akhlak mulia. Nilai-nilai ketauhidan ini membuat Nabi dan sahabat-sahabatnya tangguh menghadapi berbagai kesulitan dan rintangan serta tetap bersemangat menyampaikan kebenaran.

1. Substansi Dakwah Rasulullah SAW di Mekah
a. Kerasulan Nabi Muhammad SAW dan wahyu pertama
Abul Qasim Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim lahir pada hari senin waktu subuh 12 Rabi'ul Awal Tahun Gajah/22 April 571 M.
Menurut beberapa riwayat yang sahih, Nabi Muhammad saw. pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan saat usianya 40 tahun. 
Malaikat Jibril datang untuk membacakan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw., yaitu Q.S. al-‘Alaq: 1-5.
link ...

Itulah wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad saw. sebagai awal diangkatnya sebagai rasul. Kemudian, Nabi Muhammad saw. menerima ayat-ayat al-Qur’an secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat al-Qur’an turun disertai oleh Asbabun Nuzµl (sebab/kejadian yang mendasari turunnya ayat). Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama al-Mushaf  yang juga dinamakan al-Qur’an.

b. Ajaran-Ajaran Rasulullah SAW di Mekah
1) Aqidah
Rasulullah saw. diutus oleh Allah Swt. untuk membawa ajaran tauhid. Masyarakat Arab yang saat ia dilahirkan bahkan jauh sebelum ia lahir, hidup dalam praktik kemusyrikan. Ia sampaikan kepada kaum Quraisy bahwa Allah Swt. Maha Pencipta. Segala sesuatu di alam ini, langit, bumi, matahari, bintang-bintang, laut, gunung, manusia, hewan, tumbuhan, batu-batuan, air, api, dan lain sebagainya itu merupakan ciptaan Allah Swt. Karena itu, Allah Swt. Mahakuasa atas segala sesuatu, sedangkan manusia lemah tak berdaya. Ia Maha agung (Mulia), sedangkan manusia rendah dan hina. Selain Maha Pencipta dan Mahakuasa, Ia pelihara seluruh makhluk-Nya dan Ia sediakan seluruh kebutuhannya, termasuk manusia. Selanjutnya, Nabi Muhammad saw. juga mengajarkan bahwa Allah Swt. itu Maha Mengetahui. Allah Swt. mengajarkan manusia berbagai macam ilmu pengetahuan yang tidak diketahuinya dan cara memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut.
2) Akhlaq Mulia
Dalam hal akhlak, Nabi Muhammad saw. tampil sebagai teladan yang baik (ideal). Sejak sebelum menjadi nabi, ia telah tampil sebagai sosok yang jujur sehingga diberi gelar oleh masyarakatnya sebagai al-Amin (yang dapat dipercaya). Selain itu, Nabi Muhammad saw. merupakan sosok yang suka menolong dan meringankan beban orang lain. Ia juga membangun dan memelihara hubungan kekeluargaan serta persahabatan. Nabi Muhammad saw. tampil sebagai sosok yang sopan, lembut, menghormati setiap orang, dan memuliakan tamu. Selain itu, Nabi Muhammad saw. juga tampil sebagai sosok yang berani dalam membela kebenaran, teguh pendirian, dan tekun dalam beribadah.
Keterangan di atas memberikan penjelasan kepada kita, bagaimana Rasulullah saw. memadukan teori dengan praktik. Ia mengajarkan akhlak mulia kepada masyarakatnya, sekaligus juga membuktikannya dengan perilakunya yang sangat luhur. Akhlak Rasulullah saw. adalah apa yang dimuat di dalam al-Qur’an itu sendiri. Ia tidak hanya mengajarkan, tetapi juga mencontohkan dengan akhlak terpuji. Hal ini diakui oleh seorang penulis Barat, Michael H. Hart dalam bukunya yang berjudul “100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia” dengan menempatkan Rasulullah saw. sebagai manusia tersukses mengubah perilaku manusia yang biadab menjadi manusia yang beradab.
....
B. Strategi Dakwah Rasulullah SAW di Mekah
Mengubah pola pikir dan kebiasaan-kebiasaan atau adat-istiadat bangsa Arab khususnya kaum Quraisy bukanlah perkara mudah. Kebiasaan yang telah dilakukan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam, ditambah lagi dengan pengaruh agama Nasrani dan Yahudi yang sudah dikenal lama bahkan sudah banyak penganutnya.
Ada dua tahapan yang dilakukan Rasulullah saw. dalam menjalankan misi dakwah tersebut, yaitu dakwah secara sembunyi-sembunyi yang hanya terbatas di kalangan keluarga dan sahabat terdekat dan dakwah secara terang-terangan kepada khalayak ramai.

Jabal Tsur

a. Dakwah secara rahasia/diam-diam (ad-da'wah bis sirri)
Agar tidak menimbulkan keresahan dan kekacauan di kalangan masyarakat Quraisy, Rasulullah saw. memulai dakwahnya secara sembunyi-sembunyi (al-Da’wah bi al-Sirr). Hal tersebut dilakukan mengingat kerasnya watak suku Quraisy dan keteguhan mereka berpegang pada keyakinan dan penyembahan berhala. Pada tahap ini, Rasulullah saw. memfokuskan dakwah Islam hanya kepada orang-orang terdekat, yaitu keluarga dan para sahabatnya. Rumah Rasulullah saw (Darul Arqam) dijadikan sebagai pusat kegiatan dakwah.
Orang-orang pertama (as-sabiqunal awwalun) yang mengakui kerasulan Nabi Muhammad saw. dan menyatakan keislamannya adalah Siti Khadijah (istri), Ali bin Abi Thalib (adik sepupu), Zaid bin Harisah (pembantu yang diangkat menjadi anak), dan Abu Bakar Siddik (sahabat). Selanjutnya secara perlahan tetapi pasti, pengikut Rasulullah saw. makin bertambah. Di antara mereka adalah U¡man bin Affan, Zubair bin Awwam, Said bin Abi Waqas, Abdurrahman bin ‘Auf, Taha bin Ubaidillah, Abu Ubaidillah bin Jarrah, Fatimah bin Khattab dan suaminya Said bin Zaid al-Adawi, Arqam bin Abil Arqam, dan beberapa orang lainnya yang berasal dari suku Quraisy.

#Bagaimana ajaran Islam dapat diterima dan dianut oleh mereka yang sebelumnya terbiasa dengan adat-istiadat masyarakat Arab yang begitu mengakar kuat? Bagaimana mereka meyakini agama baru yang dibawa oleh Rasulullah saw. sebagai agama yang paling benar dan sempurna kemudian menjadi pemeluknya?

#Bagaimana pula reaksi orang-orang yang mengetahui bahwa mereka telah meninggalkan agama nenek moyang, yaitu menyembah berhala?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut di antaranya adalah seperti berikut:
1. Pribadi Rasulullah saw. yang begitu luhur dan agung. Tidak pernah ia melakukan hal-hal yang tercela dan hina. Ia adalah pribadi yang sangat jujur dan amanah (al-Amin), sabar, bijaksana, dan lemah lembut dalam menyampaikan ajakan serta ajaran Islam.

2. Pribadi Rasulullah saw. yang begitu luhur dan agung. Tidak pernah ia melakukan hal-hal yang tercela dan hina. Ia adalah pribadi yang sangat jujur dan amanah (al-Amin), sabar, bijaksana, dan lemah lembut dalam menyampaikan ajakan serta ajaran Islam.

3. Menyempurnakan ajaran-ajaran sebelumnya, yaitu ajaran-ajaran yang dibawa oleh para rasul terdahulu berupa penyembahan terhadap Allah Swt., berbuat baik terhadap sesama, menjaga kerukunan, larangan perbuatan tercela seperti membunuh, berzina, dan lain sebagainya.

4. Kesadaran akan tradisi dan kebiasaan-kebiasaan lama yang begitu jauh dari nilai-nilai ketuhanan dan nilai-nilai kemanusiaan.

Berdakwah secara diam-diam atau rahasia (al-Da’wah bi al-Sirr) ini dilaksanakan Rasulullah saw. selama lebih kurang tiga tahun. Setelah memperoleh pengikut dan dukungan dari keluarga dan para sahabat, selanjutnya Rasulullah saw. mengatur strategi dan rencana agar ajaran Islam dapat diajarkan dan disebarluaskan secara terbuka.

b. Dakwah secara terang-terangan (ad-da'wah bil jahri)
Dakwah secara terang-terangan (al-Da’wah bi al-Jahr) dimulai ketika Rasulullah saw. menyeru kepada orang-orang Mekah. Dengan dukungan istrinya Siti Khadijah, paman yang setia membelanya, yaitu Abu Thalib, serta para sahabat dan pengikutnya yang setia ditambah pula dengan keyakinan bahwa Allah Swt. senantiasa menyertai, dimulailah dakwah suci ini. Pertama-tama dakwah dilakukan kepada sanak keluarga, kemudian kepada kaumnya, dan penduduk Kota Mekah yang saat itu penyembahannya kepada berhala begitu kuat.

Kini dakwah disampaikan terbuka
Para pemuka Quraisy datang kembali kepada Abu Thalib, paman yang selalu membela Rasul. Mereka membawa seorang pemuda yang gagah yang bernama Umarah bin al-Walid bin al-Mugirah untuk ditukarkan dengan Nabi Muhammad saw. yang ditolak oleh Abu Thalib. Nabi Muhammad saw. terus saja berdakwah. Setiap hari jumlah pengikut Nabi Muhammad saw. terus bertambah. Kenyataan ini menyesakkan dada kaum Quraisy. Oleh karena itu, mereka mengutus Utbah bin Rabi’ah untuk bertemu dengan Nabi Muhammad saw. Dalam pertemuannya dengan Nabi Muhammad saw. ia mengatakan,  “Wahai anakku, dari segi keturunan engkau mempunyai tempat (bermartabat) di kalangan kami. Kini engkau membawa perkara besar yang menyebabkan kaum Quraisy terpecah belah. Kini dengarkanlah, kami akan menawarkan beberapa hal. Kalau engkau menginginkan harta, kami siap mengumpulkan harta kami sehingga engkau menjadi yang terkaya di antara kami. Jika engkau menginginkan pangkat atau jabatan, kami akan angkat engkau menjadi pemimpin kami; kami tak akan memutus satu perkara tanpa persetujuanmu. Kalau kedudukan raja yang engkau cari, kami akan menobatkan engkau menjadi raja. Jika engkau mengidap penyakit syaraf yang tidak dapat engkau sembuhkan, maka akan kami usahakan penyembuhannya dengan biaya yang kami tanggung sendiri hingga engkau sembuh”. Mendengar tawaran itu, Nabi Muhammad saw. membacakan surat as-Sajdah kepada Utbah. Ia terdiam dan tertegun serta insaf  bahwa ia berhadapan dengan seorang yang tidak gila harta, tidak berambisi pada kekuasaan, dan bukan pula orang yang gila. 
Utbah kembali kepada Quraisy dan menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan Nabi Muhammad saw. serta menyarankan agar mereka membiarkan Nabi Muhammad saw. berhubungan secara bebas dengan semua orang Arab. Usul Utbah tentu tidak dapat mereka terima, sebab mereka belum merasa puas jika belum mengalahkan Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, mereka meningkatkan penyiksaan baik kepada Nabi Muhammad saw. maupun kepada para pengikutnya.
Sejak saat itu, orang-orang Quraisy mencaci-maki dan menyiksa kaum muslimin tidak terkecuali Nabi sendiri. Peristiwa yang paling terkenal adalah penyiksaan Bilal (seorang budak dari Abisinia). Ia dipaksa untuk melepaskan agama, dicambuk, dicampakkan di padang pasir, dan dadanya ditindih dengan batu yang lebih besar dari badannya. Dalam siksaan semacam itu, Bilal tetap teguh dengan keyakinannya; mulutnya terus mengucapkan Ahad, Ahad, ... (Allah Maha Esa, Allah Maha Esa). Bilal terus menerus mengalami siksaan hingga ia dibeli oleh Abu Bakar Siddik. Sebagai orang kaya, Abu Bakar banyak sekali memerdekakan budak di antaranya adalah budak perempuan Umar bin Khattab.

B. Reaksi Kafir Quraisy Terhadap Dakwah Rasulullah SAW
Apa yang menyebabkan mereka begitu keras menolak dan geram terhadap ajaran yang dibawa Rasulullah saw.? Apa yang salah dengan ajaran tentang kebenaran dan kasih sayang yang merupakan idaman semua manusia beradab?
Ada beberapa alasan kaum kafir menolak dan menentang ajaran yang dibawa Rasulullah saw, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Kesombongan dan Keangkuhan
2. Fanatisme Buta terhadap Leluhur
3. Eksistensi dan Persaingan Kekuasaan

C. Contoh-contoh Penyiksaan Quraisy Terhadap Rasulullah SAW. dan Para Pengikutnya
1. Suatu hari, Abu Jahal melihat Rasulullah saw. di Śafa, ia mencerca dan menghina tetapi tidak ditanggapi oleh Rasulullah saw. dan ia beranjak pulang. Kemudian, Abu Jahal pun bergabung dengan kelompoknya kaum Quraisy di samping Ka’bah. Mendengar kejadian tersebut, Hamzah, paman Rasulullah saw., marah seraya bangkit mencari Abu Jahal. Ia kemudian menemukan Abu Jahal yang sedang duduk di samping Ka’bah dengan kelompoknya kaum Quraisy. Tanpa banyak bicara, ia langsung mengangkat busur dan memukulkannya ke kepala Abu Jahal hingga tengkoraknya terluka. “Engkau mencerca dia (Rasulullah saw.), padahal aku sudah memeluk agamanya. Aku menempuh jalan yang ia tempuh. Jika mampu, ayo, lawan aku!” tantang Hamzah.
2. Suatu hari, Uqbah bin Abi Mu’i¯ melihat Rasulullah saw. berṭawaf, lalu menyiksanya. Ia menjerat leher Rasulullah saw. dengan sorbannya dan menyeret ke luar masjid. Beberapa orang datang menolong Rasulullah saw. karena takut kepada Bani Hasyim.
3. Penyiksaan lain dilakukan oleh pamannya sendiri, yaitu Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil yang tiada tara kejinya. Rasulullah saw. bertetangga dengan mereka. Mereka tak pernah berhenti melemparkan barang-barang kotor kepadanya. Suatu hari mereka melemparkan kotoran domba ke
kepala Nabi. Sekali lagi Hamzah membalasnya dengan menimpakan barang yang sama ke kepala Abu Lahab.
4. Quraisy memboikot kaum muslimin
Kaum Quraisy memutuskan segala bentuk hubungan perkawinan dan perdagangan dengan Bani Hasyim. Persetujuan pemboikotan ini dibuat dalam bentuk piagam, ditandatangani bersama dan digantungkan di Ka’bah.

Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-7 kenabian dan berlangsung selama tiga tahun. Pemboikotan ini mengakibatkan kelaparan, kemiskinan, dan kesengsaraan bagi kaum muslimin. Untuk meringankan penderitaan kaum muslimin, mereka pindah ke suatu lembah di luar Kota Mekah.

D. Perjanjian Aqabah
Dalam melakukan dakwah ini, Nabi Muhammad saw. tidak saja menemui mereka di Ka’bah pada saat musim haji, ia juga mendatangi perkampungan dan tempat tinggal para kepala suku. Tanpa diketahui oleh seorang pun, Nabi Muhammad saw. pergi ke Ṭaif. Di sana ia menemui Ṣaqif dengan harapan agar ia dan masyarakatnya mau menerimanya dan memeluk Islam. Ṣaqif dan masyarakatnya menolak Nabi dengan kejam. Meski demikian, Nabi berlapang dada dan meminta Ṣaqif untuk tidak menceritakan kedatangannya ke Ṭaif agar ia tidak mendapat malu dari orang Quraisy. Permintaan itu tidak dihiraukan oleh Ṣaqif, bahkan ia menghasut masyarakatnya untuk mengejek, menyoraki, mengusir, dan melempari Nabi.
Selain itu, Nabi mendatangi Bani Kindah, Bani Kalb, Bani Hanifah, dan Bani Amir bin Sa‘sa’ah ke rumah-rumah mereka. Tak seorang pun dari mereka yang mau menyambut dan mendengar dakwah Nabi. Bahkan, Bani Hanifah menolak dengan cara yang sangat buruk. Amir menunjukkan ambisinya, ia mau menerima ajakan Nabi dengan syarat jika Nabi memperoleh kemenangan, kekuasaan harus berada di tangannya.
Nabi Muhammad saw. mengalihkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah lain yang ada di sekitar Mekah yang datang berziarah setiap tahun ke Mekah. Jika musim ziarah tiba, Nabi Muhammad saw. pun mendatangi kabilah-kabilah itu dan mengajak mereka untuk memeluk Islam. Tak berapa lama kemudian, tanda-tanda kemenangan datang dari Ya¡rib (Madinah). 
Nabi Muhammad saw. sesungguhnya mempunyai hubungan emosional dengan Ya¡rib. Di sanalah ayahnya dimakamkan, di sana pula terdapat famili-familinya dari Bani Najjar yang merupakan keluarga kakeknya, Abdul Muthalib dari pihak ibu. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila di tempat ini kelak Nabi Muhammad saw. mendapat kemenangan dan Islam berkembang dengan amat pesat. Yasrib merupakan kota yang dihuni oleh orang Yahudi dan Arab dari suku Aus dan Khazraj. Kedua suku ini selalu berperang merebut kekuasaan.
Hubungan Aus dan Khazraj dengan Yahudi membuat mereka memiliki pengetahuan tentang agama samawi. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan kedua suku Arab tersebut lebih mudah menerima kehadiran Nabi Muhammad saw.
Kedatangan orang-orang Khazraj ke Mekah diketahui oleh Nabi Muhammad saw., dan ia pun segera menemui mereka. Setelah Nabi berbicara dan mengajak mereka untuk memeluk agama Islam Setelah itu, mereka kembali ke Yasrib dan menyampaikan berita kenabian Muhammad saw.. Mereka menyatakan kepada masyarakatnya bahwa mereka telah menganut Islam.
Pada musim ziarah tahun berikutnya, datanglah 12 orang penduduk Ya¡rib menemui Nabi Muhammad saw. di Aqabah. Di tempat ini mereka berikrar kepada Nabi yang kemudian dikenal dengan Perjanjian Aqabah I.
Pada Perjanjian Aqabah I ini, orang-orang Yasrib berjanji kepada Nabi untuk tidak menyekutukan Tuhan, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak, tidak mengumpat dan memfitnah, baik di depan atau di belakang, jangan menolak berbuat kebaikan. Siapa mematuhi semua itu akan mendapat pahala surga dan kalau ada yang melanggar, persoalannya kembali kepada Allah Swt.
Selanjutnya, Nabi menugaskan Mus’ab bin Umair untuk membacakan al-Qurān, mengajarkan Islam serta seluk-beluk agama Islam kepada penduduk Yasrib. Sejak itu, Mus’ab tinggal di Ya¡rib. Jika musim ziarah tiba, ia berangkat ke Mekah dan menemui Nabi Muhammad saw. Dalam pertemuan itu, Mus’ab menceritakan perkembangan masyarakat muslim Ya¡rib yang tangguh dan kuat. Berita ini sungguh menggembirakan Nabi dan menimbulkan keinginan dalam hati Nabi untuk hijrah ke sana.
Pada tahun 622 M, peziarah Ya¡rib yang datang ke Mekah berjumlah 75 orang, dua orang di antaranya perempuan. Kesempatan ini digunakan Nabi melakukan pertemuan rahasia dengan para pemimpin mereka. Pertemuan Nabi dengan para pemimpin Yasrib yang berziarah ke Mekah disepakati di Aqabah pada tengah malam pada hari-hari Tasyriq (tidak sama dengan hari Tasyriq yang sekarang). Malam itu, Nabi Muhammad saw. ditemani oleh pamannya, Abbas bin Abdul Mu¯alib (yang masih memeluk agama nenek moyangnya) menemui orang-orang Ya¡rib. Pertemuan malam itu kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Perjanjian Aqabah II.

Pada malam itu, mereka berikrar kepada Nabi sebagai berikut, “Kami berikrar, bahwa kami sudah mendengar dan setia di waktu suka dan duka, di waktu bahagia dan sengsara, kami hanya akan berkata yang benar di mana saja kami berada, dan di jalan Allah Swt. ini kami tidak gentar terhadap ejekan dan celaan siapapun.” Mereka memilih sembilan orang dari Khazraj dan tiga orang dari Aus. Kepada dua belas orang itu, Nabi mengatakan, “Kalian adalah penanggung jawab masyarakat kalian seperti pertangungjawaban pengikut-pengikut Isa bin Maryam. Terhadap masyarakat saya, sayalah yang bertanggung jawab. ” Setelah ikrar selesai, tiba-tiba terdengar teriakan yang ditujukan kepada kaum Quraisy, “Muhammad dan orang-orang murtad itu sudah berkumpul akan memerangi kamu!”. Semua kaget dan terdiam. Tiba-tiba Abbas bin Ubadah, salah seorang peserta ikrar, berkata kepada Nabi, “Demi Allah Swt. yang mengutus Anda berdasarkan kebenaran, jika Nabi mengizinkan, besok penduduk Mina akan kami ‘habisi’ dengan pedang kami.” Lalu, Nabi Muhammad saw. menjawab, “Kita tidak diperintahkan untuk itu, kembalilah ke kemah kalian!” Keesokan harinya, mereka bangun pagi-pagi sekali dan segera bergegas pulang ke Yasrib.

E. Peristiwa Hijrah Kaum Muslimin
1. Hijrah ke Abisinia (Habsyi)
Para sahabat pergi ke Abisinia dengan dua kali hijrah. Hijrah pertama sebanyak 15 orang; sebelas orang laki-laki dan empat orang perempuan. Mereka berangkat secara sembunyi-sembunyi dan sesampainya di sana, mereka mendapatkan perlindungan yang baik dari Najasyi (sebutan untuk Raja Abisinia). 
Ketika mendengar keadaan Mekah telah aman, mereka pun kembali lagi. Namun, mereka kembali mendapatkan siksaan melebihi dari sebelumnya. Karena itu, mereka kembali hijrah untuk yang kedua kalinya ke Abisinia (tahun kelima dari kenabian atau tahun 615 M). 
Kali ini mereka berangkat sebanyak 80 orang  laki-laki, dipimpin oleh Ja’far bin Abi Talib. Mereka tinggal di sana hingga sesudah Nabi hijrah ke Ya¡rib (Madinah).
Peristiwa hijrah ke Abisinia ini dipandang sebagai hijrah pertama dalam Islam. Raja Najasyi memberikan perlindungan kepada kaum muslimin hingga kemudian mereka hidup untuk beberapa lama di negeri yang jauh dari tanah kelahirannya.

2. Hijrah ke Madinah
Peristiwa Ikrar Aqabah II  ini diketahui oleh orang-orang Quraisy. Sejak itu tekanan, intimidasi, dan siksaan terhadap kaum muslimin makin meningkat. Kenyataaan ini mendorong Nabi segera memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke Ya¡rib. Dalam waktu dua bulan saja, hampir semua kaum muslimin, sekitar 150 orang telah berangkat ke Ya¡rib. Hanya Abu bakar dan Ali yang masih menjaga dan membela Nabi di Mekah. Akhirnya, Nabi pun hijrah setelah mendengar rencana Quraisy yang ingin membunuhnya. Nabi Muhammad saw. dengan ditemani oleh Abu Bakar berhijrah ke Yasrib. Sesampai di Quba, 5 km dari Ya¡rib, Nabi beristirahat dan tinggal di sana selama beberapa hari. Nabi menginap di rumah Umi Kalsum bin Hindun. Di halaman rumah ini Nabi membangun sebuah masjid. Inilah masjid pertama yang dibangun pada masa Islam yang kemudian dikenal dengan Masjid Quba. Tak lama kemudian, Ali datang menyusul setelah menyelesaikan amanah yang diserahkan Nabi kepadanya pada saat berangkat hijrah.
Ketika Nabi memasuki Yasrib, ia dielu-elukan oleh penduduk kota itu dan menyambut kedatangannya dengan penuh kegembiraan. Sejak itu, nama Yasrib diganti dengan Madinatun Nabi (Kota Nabi) atau sering pula disebut dengan Madinatun Munawwarah (Kota yang Bercahaya). Dikatakan demikian karena memang dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh penjuru dunia.

Menerapkan Perilaku Mulia
Perilaku yang dapat diteladani dari perjuangan dakwah Rasulullah saw. pada periode Mekah di antaranya adalah seperti berikut:
Sikap tangguh berlatih dan tetap fokus


1. Memiliki Sikap Tangguh
Ketangguhan datang tidak dengan sendirinya. Ia memerlukan pembelajaran dan latihan (riyadah) secara terus menerus. Ketangguhan juga harus didukung oleh kesehatan fisik dan pemahaman yang benar. Kedua-duanya harus berjalan beriringan dan saling mendukung. Kekuatan fisik dibarengi dengan pemahaman yang benar akan melahirkan manfaat yang besar, demikian pula sebaliknya.

Sikap tangguh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat di antaranya. seperti berikut.
a. Menggunakan waktu untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan prestasi yang tinggi.
b. Secara terus-menerus mencoba sesuatu yang belum dapat dikerjakan sampai ditemukan solusi untuk mengatasinya.
c. Melaksanakan segala peraturan di sekolah sebagai bentuk pengamalan sikap disiplin dan tanggung jawab.
d. Menjalankan segala perintah agama dan menjauhi larangannya dengan penuh keikhlasan.
e. Tidak putus asa ketika mengalami kegagalan dalam meraih suatu keinginan. Jadikanlah kegagalan sebagai cambuk agar tidak mengalaminya lagi di kemudian hari.

Perhatikan bagaimana para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini. Selain mereka berjuang dengan tangguh dan pantang menyerah, merela rela mengorbankan apa saja untuk kemerdekaan bangsa ini. Perngorbanan mereka tidak hanya berupa harta, keluarga yang ditinggalkan,
bahkan mereka rela meregang nyawa untuk memperjuangkan kemerdekaan beragama dan berbangsa.

2. Memiliki Jiwa Berkorban
Perilaku yang mencerminkan jiwa berkorban dalam kehidupan sehari-hari, misalnya seperti berikut.

Membagikan daging qurban

a. Menyisihkan waktu sebaik mungkin untuk kegiatan yang bermanfaat.
b. Mendahulukan kepentingan bersama  di atas kepentingan pribadi.
c. Menyisihkan sebagian harta untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

EVALUASI UJI PEMAHAMAN:
1. Apakah yang dimaksud dengan sikap tangguh?
2. Jelaskan manfaat bertawakkal...!
3. Apakah kebenaran itu dan mengapa harus ditegakkan?
4. Tuliskan ayat 1 – 5 Surah al-‘Alaq... !
5. Sebutkan sebagian isi dari iqrar perjanjian Aqabah I dan II .. !

.... SEKIAN DAN TERIMAKASIH ...

174 comments:

  1. #Muhammad Nur Afif Aslami

    Alhamdulillah .Sukron Jaza Qaallah
    Ustadz.Sangat Berraedah

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah sangat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi kita semua @ahmadroji

    ReplyDelete
  3. @Muhammad Achyadi Rahmat

    Materi yang sangat mudah untuk dibaca dan dipahami 😁

    ReplyDelete
  4. @DimasEka alhamdulillah

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah terima kasih ilmunya

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. @Hisyam Alifian Maulana Alhamdulillah Sangat Bermanfaat

    ReplyDelete
  8. @Azza ilman kustianto
    Alhamdulillah sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  9. @ditha alhamdulillah

    ReplyDelete
  10. Alhamdulillah,semoga ilmunya berkah dan bermanfaat

    ReplyDelete
  11. @Satriady Nuryan
    Alhamdulillah blognya sangat bermanfaat

    ReplyDelete

  12. Alhamdulillah sangat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi kita semu

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah semoga ilmu nya bermanfaat
    @Nia Monica

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah sangat bermanfaat ilmunya @fakhir

    ReplyDelete
  15. Fajar shadiq Redhani..

    Alhamdulillah...

    ReplyDelete
  16. Musthofa Ihsan.....


    Alhamdulillah semoga bermanfaat.....

    ReplyDelete
  17. @MuhammadNabil
    Alhamdulillah semoga ilmunya bermanfaat bagi nusa dan bangsa

    ReplyDelete
  18. Alhamdulillah semoga ilmunya bermanfaat bagi semuanya aminn ya allah

    ReplyDelete
  19. Ahmad Fadlul Hakim


    SUBHANALLAH SANGAT BERMANFAAT SEMOGA ADSENSE LANCAR AMIN

    ReplyDelete
  20. Alhamdulillah...semoga bermanfaat bagi semua yang membacanya..Aamiin

    ReplyDelete
  21. @abdurrahman helmi

    Alhamdulillah sangat berfaedah

    ReplyDelete
  22. @ferdi riyandi Alhamdulillah semoga kita menjadi orang orang yang beriman

    ReplyDelete
  23. @ferdi riyandi Alhamdulillah semoga kita menjadi orang orang yang beriman

    ReplyDelete
  24. @marcell juan geraldy alhamdulillah
    smoga kita jadi orng yg bertaqwa dan beriman kepada Allah Swt

    ReplyDelete
  25. @Alfani Fathurrahman Arifin
    Alhamdulillah materi nya sangat bermanfaat semoga berkah amin

    ReplyDelete
  26. @mrudy maulana girsang
    Alhamdullilah semoga kita menjadi orang orang yng beriman dan bertawa

    ReplyDelete
  27. @rahmasari Anggi
    Alhamdulillah semoga bermanfaat bagi kita semua ya:)

    ReplyDelete
  28. Alhamdulillah dpt ilmu lgi smoga dpt brmanfaat

    ReplyDelete
  29. @Farhan Aryo Pangestu
    Alhamdulillah semoga bermanfaat bagi yg membacanya.

    ReplyDelete
  30. @m.fitrian r. Alhamdulilah materinya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  31. @Muhammad Septian Nugraha
    Alhamdulillah Dapat Ilmu, Semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  32. @muhammad husni
    Alhamdulillah saya mendapatkan ilmu semoga ilmu ini bisa saya terapkan di kehidupan sehari hari

    ReplyDelete
  33. @muhammad husni
    Alhamdulillah saya mendapatkan ilmu semoga ilmu ini bisa saya terapkan di kehidupan sehari hari

    ReplyDelete
  34. @muhammad husni
    Alhamdulillah saya mendapatkan ilmu semoga ilmu ini bisa saya terapkan di kehidupan sehari hari

    ReplyDelete
  35. semoga bermanfaat, dan semoga tidak hanya menjadi semoga tapi menjadi kenyataan

    ReplyDelete
  36. @Aulia_Kevin_Pramudya
    Alhamdulillah materi nya sangat bermanfaat semoga berkah amin

    ReplyDelete
  37. Bintang Ahsan Waluyajati

    Alhamdulillah dapat ilmu yang bermanfaat lagi

    ReplyDelete
  38. @rizqonattamimi , alhamdulillah dapat ilmu yg bermanfaat

    ReplyDelete
  39. M.ALFARIZI.N XG
    Dapat lagi ilmu yang bermanfaat

    ReplyDelete
  40. @fasyaarkaan, alhamdulillah dapat ilmu baru

    ReplyDelete
  41. Alhamdulillah ilmunya bermanfaat

    ReplyDelete
  42. (Nabila Zahra Athirah, XG)

    alhamdulillah ilmunya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  43. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. (Wahyu Setia Prayoga XG MM)

      Alhamdullilah sangat bermanfaat

      Delete
  44. Kisah Nabi Muhammad SAW membuat saya tau betapa tabah nya beliau sebagai hamba Allah SWT yang beriman

    ReplyDelete
  45. Alhamdulillah dapat ilmu yg bermanfaat

    ReplyDelete
  46. Alhamdulillah ilmunya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  47. Nagwa Habsari (X-G)

    Alhamdulillah ilmunya bermanfaat

    ReplyDelete
  48. Alhamdulilah dapat ilmu yang bermanfaat

    ReplyDelete
  49. Materinya sungguh bermanfaat untuk kita semua

    ReplyDelete
  50. Alhadulillah Jadi Tau Sejarah Nabi

    ReplyDelete
  51. Alhamdulillah dapat ilmu yang bermanfaat
    Rafly

    ReplyDelete
  52. Alhamdulilah , mendapat ilmu yang bermanfaat lagi

    ReplyDelete
  53. Kelvin Gemma Febrian XG

    Alhamdulillah, mendapatkan ilmu lagi

    ReplyDelete
  54. @fatimah azzahra
    Alhamdulillah yang sebelumnya tidak tahu sekarang menjadi tahu

    ReplyDelete
  55. Laily A.N
    Sangat bermanfaat ilmunyaa

    ReplyDelete
  56. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  57. Ragil Ayuningtyas S.
    Alhamdulillah menambah ilmu

    ReplyDelete
  58. Erlangga mawaldi XG

    Allhamdulillah sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  59. Khansa
    Alhamdulillah ilmunya sangat bermanfaat:) terimakasih

    ReplyDelete
  60. @Mutiara Nahyati Alhamdulillah sangat bermnfaat:)

    ReplyDelete
  61. Hafiz Jamali
    Alhamdulillah ilmunya bermanfaat

    ReplyDelete
  62. Raisha Karinasari X G
    Sangat bermanfaat materinya untuk saya

    ReplyDelete
  63. Alhamdulillah ilmu yang beberkah

    ReplyDelete
  64. Alhamdulillah sangat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi kita semua

    ReplyDelete
  65. @Kartika Puteri : alhamdulillah luar biasa allahu akbar yes! yes! yes!

    ReplyDelete
  66. @adelia fitriani
    Alhamdulillah jadi lebih tau tentang dakwah nabi

    ReplyDelete
  67. @muhammad rizal wow

    ReplyDelete
  68. @muhammad fahmi alhamdulillah lebih bertambah lagi ilmu nya

    ReplyDelete
  69. @Yeni Angraini kls x.f
    Maksih pak ilmu nya:)

    ReplyDelete
  70. @DiahNovitasari Semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  71. @muhammad Setya prambudi
    Alhamdulillah. semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  72. Muhammad Saidin Fitri alhamdilillah ilmu yang berkah

    ReplyDelete
  73. @muhammadyahya alhamdulillah dapat ilmu bermanfaat

    ReplyDelete

  74. semoga bermanfaat, dan semoga tidak hanya menjadi semoga tapi menjadi kenyataan
    @M.rifqi faisal

    ReplyDelete
  75. @irwanmaulana alhamdulillah pengetahuan saya bertambah semoga ilmunya bermanfaat juga bagi yg lain

    ReplyDelete
  76. @Muhammad Fikri Wahidin X F
    Alhamdulillah Ilmunya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  77. @Faridz Alhamdulillah dapat ilmu yang bermanfaat lagi

    ReplyDelete
  78. @MuhammadFakhrurrahmani. Alhamdulillah

    ReplyDelete
  79. @irwanmaulana alhamdulillah pengetahuan saya bertambah semoga ilmunya bermanfaat juga bagi yg lain

    ReplyDelete
  80. @adisty putri alhamdulilah dari membaca tentang dakwah ini saya lebih mngerti tentang dakwah nabi muhammad saw

    ReplyDelete
  81. @wahyu.e.s.anwar alhamdulillah saya jadi bertambah ilmunya

    ReplyDelete
  82. alhamdulillah dpt menjadi penambah ilmu

    ReplyDelete
  83. Nico Richkey
    Alhamdulillah berkat info ini jadi ilmu saya bertambah

    ReplyDelete
  84. Alhamdulilah sangat bermanfaat
    @virgi atha

    ReplyDelete
  85. Sangat bermanfaat ilmu nya

    Terima kasih

    ReplyDelete
  86. Alhamdulillah sangat bermanfaat, menambah ilmu

    ReplyDelete
  87. Sangat bermanfaat ilmu nya

    Irfan ekanandana d

    ReplyDelete
  88. Alhamdulillah beratambah lagi ilmu dari sini ☺

    ReplyDelete
  89. @AmandaWulandari
    Alhamdulillah beratambah lagi ilmu dari sini ☺ semoga barokah

    ReplyDelete
  90. Alhamdulillah infonya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  91. Alhamdulillah menambah wawasan saya tentang peneladanan perjuangan rasulullah, semoga pemilik artikel ini diberkahi oleh Allah swt. amin.

    ReplyDelete
  92. Alhmdulillh bermanfaat seklai
    @abqori

    ReplyDelete
  93. @dita puspa egyptyas
    Alhamdulillah
    smoga kita jadi orng yg bertaqwa dan beriman kepada Allah Swt

    ReplyDelete
  94. @mazaini siswoyo
    Alhamdulillah ilmu yang diberikan sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  95. @Monika Saraswati
    Alhamdulillah, semoga bermanfaat buat kedepannya

    ReplyDelete
  96. @assyfa
    Alhamdulillah ilmunya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  97. @nadhia isnawati humaera
    Alhamdulillah wawasan yang diberikan samgat bermafaat buat saya

    ReplyDelete
  98. alhamdulillah sangat bermanfaat ilmu nya dan berkah @M.Febrian Hanafi

    ReplyDelete
  99. Alhamdulillah materi mudah dipahami

    ReplyDelete
  100. @Nizar Dzakwan
    Alhamdulillah ya Allah

    ReplyDelete
  101. @kartika pangestu
    Alhamdulillah materinya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  102. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  103. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  104. @m rizky ramadhani
    Alhamdulillah bermanfaat sekali

    ReplyDelete
  105. @zaky aditya alhamdulillah ilmu yg bermanfaat tentang hijrah Nabi muhammad SAW barakallahu fik

    ReplyDelete
  106. @alpina damayanti
    Alhamdulillah dalam pembelajaran kali ini

    ReplyDelete
  107. @siti zulaecha
    Alhamduillah pembelajaran INI bermanfaat

    ReplyDelete
  108. @siti zulaecha
    Alhamduillah pembelajaran INI bermanfaat

    ReplyDelete
  109. @Riski maulana prayoga
    Alhamdulillah sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  110. @susi damayanti
    Alhmadulillah mendapatkan ilmu yg bermanfaat:)

    ReplyDelete
  111. @mnsalim, alhamdulillah lancar ya

    ReplyDelete
  112. Dicky Nurrohman Harianto
    Makasih bapa ilmunya

    ReplyDelete
  113. @Muhammad Azra Syafi'i
    Alhamdulillah . Pelajaran ny sngt bermanfaat

    ReplyDelete
  114. @akmal bahana putera
    Masya Allah ini sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  115. @Muhammad Azra Syafi'i
    Alhamdulillah pelajaran ny sngt bermanfaat

    ReplyDelete
  116. @Razhel Akhdiat
    Alhamdulillah semoga ilmu yg diterima bermanfaat

    ReplyDelete
  117. @Muhmmad rizky fadlani Alhamdulillah semoga kami Bisa menjawab ulangan dengan berkat membaca pembahasanan ini

    ReplyDelete
  118. @Muhammad Akram Rifqiy.mudahan pelajaran ini bisa bermanfaat

    ReplyDelete
  119. @muhammad haikal zikri.semoga ilmunya bermanfaat

    ReplyDelete
  120. @najwa salma nabilla
    Alhamdulillah semoga ilmunya bermanfaat dan menjadi teladan di kehidupan sehari-hari

    ReplyDelete
  121. @najwa salma nabilla
    Alhamdulillah semoga ilmunya bermanfaat dan menjadi teladan di kehidupan sehari-hari

    ReplyDelete
  122. @Muhammad Hafihz Alhamdulillah semoga ilmunya bermanfaat

    ReplyDelete
  123. @dita anggraini alhamdulilah sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  124. Alhamdullillah berkah ilmunya sampai dunia akhirat aamiin ya rabbal allamin

    ReplyDelete
  125. @Tifana Zahwa Ananda Alhamdulillah, dapat ilmu yg bermanfaat

    ReplyDelete
  126. @m Akbar L.A
    Alhamdulillah sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  127. Alahamdulillah bermanfaat

    ReplyDelete
  128. @Dicho wahyu nugraha
    Alhamdulillah bermanfaat

    ReplyDelete
  129. @satriya yoga madhasatya
    Alhamdulillah bermanfaat

    ReplyDelete