BAB VII
Malaikat Selalu Bersamaku
* Memahami makna beriman kepada malaikat
* Nama-nama malaikat dan tugasnya* Perilaku yang mencerminkan iman kepada malaikat
Membuka Relung Hati
Pernahkah kamu berada dalam satu ruangan atau satu tempat yang terdapat closed circuit television (CCTV)? Apa yang kamu rasakan? Tentu saja kamu akan merasa selalu ingin berhati-hati dan tidak sembarang melakukan sesuatu, apalagi perbuatan yang akan menimbulkan aib atau perbuatan konyol yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
FOTO ...
![]() |
| Kamera Pengintai |
Demikian pula orang yang meyakini keberadaan malaikat yang senantiasa
mengawasi dan mencatat segala gera-kgerik dan tingkah laku manusia. Orang yang beriman kepada malaikat akan merasa selalu diawasi (muraqabah) oleh para malaikat Allah SWT. Akibatnya, segala tindak tanduknya akan terkontrol dan terjaga. Orang tidak akan melakukan hal-hal konyol meskipun tidak ada orang lain yang melihatnya.
A. Memahami Makna Iman kepada Malaikat dan Tugas-tugasnya
1. Pengertian Iman kepada Malaikat
Iman secara bahasa artinya percaya atau yakin. Iman dari segi istilah artinya meyakini setulus hati yang mengakar kuat, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan seluruh anggota badan.
Secara bahasa kata malaikat berasal dari bahasa Arab, yaitu "mala_ikah" yang merupakan bentuk jamak dari kata "malaka" yang terambil dari kata "la’aka" yang berarti “menyampaikan sesuatu”. Jadi, malak/malaikat adalah makhluk yang menyampaikan sesuatu dari Allah Swt.
Menurut istilah, malaikat adalah makhluk gaib yang diciptakan oleh Allah Swt. dari cahaya, sebagai utusan Allah Swt. yang taat, patuh, serta tidak pernah membangkang terhadap perintah-perintah-Nya.
Iman kepada malaikat adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. menciptakan malaikat sebagai makhluk gaib yang diutus untuk melaksanakan segala perintah-Nya.
2. Hukum Beriman kepada Malaikat
Beriman kepada malaikat hukumnya adalah fardu ‘ain.
QS. Al-Baqarah: 285.
3. Penciptaan Malaikat
Malaikat diciptakan dari nur/cahaya. Dalam sebuah hadis disebutkan; yang artinya adalah: “Dari Aisyah berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.” (HR. Muslim).
Disebutkan dalam QS. Fathir: 1, bahwa malaikat mempunyai sayap. Artinya: “Segala puji bagi Allah Swt. pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah Swt. menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Swt. Mahakuasa atas segala sesuatu” (Q.S. Fathir/35:1).
4. Perbedaan Malaikat dengan Manusia dan Jin
Dari segi asalnya, malaikat berbeda dengan manusia dan jin, yaitu bahwa malaikat diciptakan dari nur atau cahaya sementara manusia dan jin masing-masing diciptakan dari tanah dan api. Dari sifat dan ciri-cirinya, perbedaan malaikat, manusia, dan jin dapat dilihat dalam tabel berikut.
#Malaikat
Gaib
Tidak memiliki nafsu
Selalu taat kepada Allah Swt.
Tidak berjenis kelamin
Tidak makan, tidak minum, tidak tidur, dan tidak kawin
Memiliki akal pikiran yang bersifat statis
#Manusia
Nyata
Memiliki nafsu
Ada yang taat dan ada yang durhaka
Berjenis kelamin
Makan, minum, tidur, dan kawin
Memiliki akal pikiran yang bersifat dinamis
#Jin/Setan/Iblis
Gaib
Memiliki nafsu
Selalu durhaka kepada Allah Swt.
Berjenis kelamin
Makan, minum, tidur, dan kawin
Memiliki akal pikiran
5. Jumlah Malaikat
Karena sifatnya gaib, berapa jumlah malaikat secara terinci sebagaimana manusia, hanya Allah Swt. dan Rasul-Nya yang mengetahui.
Hadis berikut menggambarkan banyaknya jumlah malaikat. Perhatikan hadis dari Ali ra. Artinya: Dari Ali ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mengunjungi saudaranya sesama muslim maka seakan ia berjalan di bawah pepohonan surga hingga ia duduk, jika telah duduk maka rahmat akan melingkupinya. Jika mengunjunginya di waktu pagi, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga sore hari, dan jika ia mengunjunginya di waktu sore, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari.” (H.R. Ibnu Majah)
Namun demikian, umat Islam diperintahkan untuk mengetahui dan mengimani sepuluh nama malaikat berikut tugasnya.
6. Nama Malaikat dan Tugasnya Masing-masing
Para malaikat, yang diberikan tugas oleh Allah Swt. kepadanya, tidak pernah menunda apalagi melalaikan dan membangkang untuk mengerjakannya. Bahkan, dia melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah Allah Swt. dan dia tidak mendurhakai-Nya. QS. At-Tahrim:6.
Di antara tugas-tugas malaikat itu antara lain:
1) Beribadah kepada Allah Swt. dengan bertasbih kepada-Nya siang dan malam tanpa rasa bosan atau terpaksa;
2) Membawa wahyu kepada para Nabi dan para Rasul;
3) Memohon ampunan bagi orang-orang beriman;
4) Meniup sangkakala;
5) Mencatat amal perbuatan;
6) Mencabut nyawa;
7) Memberi salam kepada ahli surga;
8) Menyiksa ahli neraka;
9) Memikul ‘arsy;
10) Memberi kabar gembira dan memperkokoh kedudukan kaum mukminin; dan
11) Mengerjakan pekerjaan selain yang telah disebutkan di atas.
a. Malaikat Jibril
Malaikat Jibril dikenal juga sebagai penghulu para malaikat. Malaikat Jibaril adalah satu dari tiga malaikat yang namanya disebut dalam alQur’an.
Malaikat Jibril memiliki beberapa nama lain atau julukan, di antaranya adalah Rµh al-Amin dan Ruh al-Qudus. Adapun tugas utamanya adalah menyampaikan wahyu dari Allah Swt. kepada para nabi dan rasul-Nya.
b. Malaikat Mikail
Malaikat Mikail adalah malaikat yang tugasnya mengatur urusan makhluk Allah Swt. termasuk mengatur rezeki terutama untuk manusia.
Seperti mengatur air, menurunkan hujan/petir, membagikan rezeki untuk manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan dan lain-lainnya yang ada di muka bumi ini. Malaikat Mikail, termasuk salah satu malaikat yang menjadi pembesar seluruh malaikat selain Malaikat Jibril.
c. Malaikat Izrail
Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa semua makhluk termasuk dirinya sendiri. Malaikat Izrail dikenal juga dengan sebutan Malaikat Maut. Empat malaikat utama selain Jibril dan Mikail, dan Israfil adalah Malaikat Izrail.
Malaikat Izrail diberi kemampuan yang luar biasa oleh Allah Swt., diantaranya adalah dapat menjangkau dengan mudah dari barat hingga timur bagaikan seseorang yang sedang menghadap sebuah meja makan yang dipenuhi dengan pelbagai makanan yang siap untuk dimakan.
Malaikat Izrail juga sanggup membolak-balikkan dunia sebagaimana kemampuan seseorang yang sanggup membolak-balikkan Sewaktu Malaikat Izrail menjalankan tugasnya mencabut nyawa makhluk-makhluk dunia, maka Malaikat Izrail akan turun ke dunia bersama-sama dengan dua kumpulan malaikat lainnya, yaitu Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab. Sedangkan yang mengetahui di mana seseorang akan menemui ajalnya, adalah tugas dari Malaikat Arham.
Saksikan vidio berikut!
d. Malaikat Israfil
Malaikat Israfil tugasnya meniup sangkakala. Israfil selalu memegang terompet suci yang terletak di bibirnya selama berabad-abad, hingga menunggu perintah dari Allah Swt. untuk meniupnya pada hari kiamat. Pada hari itu, Malaikat Israfil akan turun ke bumi dan berdiri di batu/ bukit suci di Jerusalem. Tiupan pertama akan menghancurkan dunia beserta isinya, tiupan kedua akan mematikan para malaikat serta tiupan ketiga akan membangkitkan orang-orang yang telah mati dan mengumpulkan mereka di Padang Mahsyar.
Di dalam kitab Tanbihul Gafilin Jilid 1 halaman 60 terdapat sebuah hadis panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.
Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Ketika Allah Swt. telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah Swt. menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada Malaikat Israfil, kemudian ia letakkan di mulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah”. Saya bertanya: “Ya Rasulullah saw. apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah saw. “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya; “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah saw.; “Sangat besar bulatannya, demi Allah Swt. yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama: Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua: Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’as (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”
Dalam hadis di atas, disebutkan bahwa sangkakala atau terompet Malaikat Israfil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuknya laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang-orang zaman dahulu yang terbuat dari tanduk.
e. Malaikat Munkar
Malaikat Munkar bersama Malaikat Nakir tugasnya menanyakan dan menguji iman orang yang sudah mati di alam kubur.
f. Malaikat Nakir
Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir merupakan dua malaikat yang bertugas menanyakan dan menguji iman orang yang sudah mati di alam kubur. Hal itu akan dimulai ketika pemakaman selesai dan orang terakhir dari jamaah yang mengikuti pemakaman telah melangkah 40 langkah dari makam.
Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir akan Menanyakan tiga (3) perkara. tiga (3) perkara tersebut, yaitu “Siapa Tuhamnmu? Apa Agamamu? Siapa Nabimu?”. Seorang mukmin yang saleh akan
menjawab bahwa Tuhanku adalah Allah Swt. agamaku adalah Islam, dan Nabiku adalah Muhammad saw. Jika jawaban seseorang itu benar seperti tersebut di atas, maka waktu untuk menunggu hari kebangkitan akan sangat menyenangkan. Namun, apabila seseorang tidak dapat menjawab seperti tersebut di atas, maka orang tersebut akan dihukum hingga hari penghakiman.
g. Malaikat Raqib
Malaikat Raqib bertugas mencatat segala amal kebaikan manusia. Ia bersama Malaikat ‘Atid yang mencatat amal buruk bertugas bersamaan.
(Q.S. Qaf/50:18). Dari Anas ra., dari Nabi Muhammad saw., bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt. telah menugaskan dua malaikat untuk menulis segala apa yang dilakukan atau dituturkan oleh seseorang hamba-Nya (satu di sebelah kanannya dan yang satu lagi di sebelah kirinya); kemudian apabila orang itu mati, Tuhan perintahkan kedua malaikat itu dengan firman-Nya, “Hendaklah kamu berdua tinggal tetap di kubur hamba-Ku itu serta hendaklah kamu mengucap tasbih, tahmid, dan takbir hingga ke hari qiamat dan hendaklah kamu menulis pahalanya untuk hamba-Ku itu.” (H.R. Abu al-Syeikh dan Tabrani).
h. Malaikat ‘Atid
Malaikat ‘Atid bertugas mencatat segala amal keburukan manusia. Malaikat Raqib dan ‘Atid sangat jujur dan tak pernah bermaksiat kepada Allah Swt. Mereka mencatat dengan penuh ketelitian, sehingga tidak ada satu pun keburukan dan kebaikan yang luput dari catatan keduanya.
i. Malaikat Malik
Malaikat Malik adalah Malaikat yang memimpin para malaikat yang bertugas di neraka. Malaikat Malik disebut dalam Q.S. Az-Zukhruf/43 :77: Dari ayat di atas, dapat dipahami bahwa Malaikat Malik adalah Malaikat yang memimpin para malaikat yang bertugas di neraka. Hal ini dipertegas oleh firman Allah Swt yang artinya, “Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)”. (Q.S. al-Muddatsir/74:30).
j. Malaikat Ridwan
Malaikat Ridwan bertugas menjaga dan mengawasi surga serta menyambut semua hamba Allah Swt. yang akan masuk ke dalamnya. Malaikat Ridwan sangat ramah menyambut dan mempersilakan orang-orang yang akan masuk ke dalam surga.
B. Hikmah Beriman kepada Malaikat
1. Menambah keimanan dan ketakwaan
2. Senantiasa hati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatan
3. Menambah kesadaran terhadap alam wujud yang tidak terjangkau oleh pancaindra manusia.
4. Menambah rasa syukur
5. Menambah semangat dan ikhlas dalam beribadah
6. Menumbuhkan cinta kepada amal saleh
7. Semakin giat dalam berusaha karena tidak ada rezeki yang diturunkan oleh malaikat Allah Swt. tanpa usaha dan kerja keras.
C. Menerapkan Sikap Mulia
1. Berkata dan berbuat jujur
2. Patuh dan taat terhadap hukum-hukum Allah Swt. dan peraturan yang dibuat oleh pemerintah
3. Melaksanakan tugas yang diembankan kepada kita dengan penuh tanggungjawab keikhlasan.
4. Bertindak hati-hati serta penuh perhitungan dalam perkataan dan perbuatan.
5. Memiliki rasa empati dengan memberikan bantuan kepada orang yang sedang membutuhkan bantuan (kepedulian sosial).
6. Perilaku yang ditampilkan mampu menjadi suri teladan bagi lingkungannya.
7. Selalu berusaha untuk memperbaiki diri sendiri dari waktu ke waktu.
8. Berusaha sekuat tenaga untuk menghindari berbagai perbuatan buruk.
9. Tidak bersikap sombong (riya’) dalam berbuat kebaikan.
Rangkuman
1. Beriman kepada malaikat mengandung makna bahwa sebagai orang yang
beriman, kita harus percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa malaikat
diciptakan dari cahaya (nur) yang diberi tugas oleh Allah Swt. dan senantiasa
melaksanakannya tanpa pernah membantah atau mengingkarinya. Salah
satu tanda atau ciri dari orang beriman kepada malaikat adalah memiliki
keyakinan yang kuat dalam hatinya bahwa di alam semesta ini terdapat
malaikat dan keyakinan tersebut diucapkan melalui lisannya. Wujud konkret
dari iman tersebut adalah dibuktikan seorang muslim dalam perbuatan sehari-hari.
2. Iman kepada malaikat memiliki landasan (dalil) dalam pengambilan
hukumnya. Di antara dalil yang menunjukkan adanya kewajiban iman kepada
Malaikat antara lain:
- QS. al-Baqarah/2:285
- QS. an-Nisa’/4:136
- Hadis-hadis Nabi Muhammad saw.
3. Malaikat bersifat abstrak dan immaterial. Jumlah malaikat tidak terbatas, tetapi yang wajib diimani berjumlah 10 Malaikat.
4. Iman kepada malaikat memiliki hikmah di antaranya meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt.
Mendorong manusia untuk hati-hati dan meningkatkan amal serta menghindarkan diri dari sifat tercela.
5. Seseorang yang beriman kepada malaikat, senantiasa menghadirkannya dalam kehidupannya sehari-hari.
Uji Pemahaman
1. Mengapa malaikat selalu taat kepada Allah Swt., sedangkan manusia tidak?
2. Tuliskan sebuah ayat beserta artinya yang menjelaskan gambaran malaikat.
3. Jelaskan tentang Malaikat Jibril!
4. Sebutkan minimal 5 contoh pengamalan dari iman kepada malaikat
5. Mengapa kita harus mengimani malaikat Allah Swt.? Jelaskan.
Refleksi:
