Pages

Sunday, August 5, 2018

Asmaul Husna

BAB I

Aku Selalu Dekat Dengan Allah SWT.



Membuka Relung Hati

Jalan lain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. adalah melalui zikir.

Zikir artinya mengingat Allah SWT. dengan menyebut dan memuji nama-Nya.

Selain zikir mendekatkan diri dengan Allah dapat dilakukan melalui perbuatan atau amaliyah dengan selalu karena Allah.
Mentadabburi Alam dan lingkungan sekitar.






Mengkritisi Sekitar Kita


Manusia adalah makhluk yang sering lupa dan sering berbuat kesalahan.

Sebuah ungkapan dalam bahasa Arab seperti berikut:
"manusia itu tempatnya salah dan lupa".

Dan sabda Rasulullah SAW. Seperti berikut:

"setiap keturunan Adam AS. pasti melakukan kesalahan, dan orang yang baik adalah orang kembali dari kesalahan/dosa yakni taubat".

Memperkaya Khazanah peserta Didik

A. Memahami Makna Asmaul Husna

Pengertian Al-Asma’u al-Husna 
Asmaul Husna artinya adalah nama-nama yang baik dan indah yang hanya dimiliki oleh Allah Swt. sebagai bukti keagungan-Nya. Nama-nama Allah Swt. yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan keagungan-Nya.

Firman Allah SWT. dalam QS. Al-A'raf: 180.


180. Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.


Sabda Rasulullah SAW. HR. Bukhari dari Abu Hurairah RA:
"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menghitungnya dia masuk surga."


Dalam Asmaul Husna terdapat sifat-sifat Allah SWT. wajib dipercayai dan dijadikan petunjuk dalam bersikap dan berprilaku di antaranya adalah:

1. Al-Karim

Al-Karim mempunyai arti Yang Maha mulia, Yang Maha dermawan atau Yang Maha Pemurah. Allah Maha mulia di atas segala-galanya, sehingga apabila seluruh makhluk-Nya tidak ada satu pun yang taat kepada-Nya, tidak akan mengurangi sedikitpun kemuliaan-Nya.

2. Al-Mu'min

Al-Mu’min dapat dimaknai Allah sebagai Maha Pemberi rasa aman bagi makhluk ciptaan-Nya dari perbuatan zalim. Allah adalah sumber rasa aman dan keamanan dengan menjelaskan sebab-sebabnya.

3. Al-Wakil

Al-Wakil mempunyai arti Yang Maha Pemelihara atau Yang Maha Terpercaya. Allah memelihara dan menyelesaikan segala urusan yang diserahkan oleh hamba kepada-Nya tanpa membiarkan apa pun terbengkalai.

4. Al-Matin

Al-Matin berarti bahwa Allah Maha sempurna dalam kekuatan dan kekukuhan-Nya. Kekukuhan dalam prinsip sifat-sifat-Nya, tidak akan Allah melemahkan suatu sifat-Nya. Allah juga Maha kukuh dalam kekuatan kekuatan-Nya.

5. Al-Jami'

Al-Jami’ berarti Allah Maha Mengumpulkan dan mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Kemampuan Allah SWT tersebut tentu tidak terbatas, sehingga Allah mampu mengumpulkan segala sesuatu, baik yang serupa maupun yang berbeda, yang nyata maupun yang gaib, yang terjangkau oleh manusia maupun yang tidak dapat dijangkau oleh manusia, dan lain sebagainya.

6. Al-'Adl

Al-Adl berarti Maha adil. Keadilan Allah SWT bersifat mutlak, tidak dipengaruhi apa pun dan siapa pun. Allah Maha adil karena Allah selalu menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya, sesuai dengan keadilan-Nya yang Maha sempurna.


7. Al-Akhir



Al-Akhir berarti zat Yang Maha akhir. Maha akhir di sini dapat diartikan bahwa Allah Swt. adalah zat yang paling kekal. Tidak ada sesuatu pun setelah-Nya. Tatkala semua makhluk, bumi seisinya hancur lebur, Allah Swt. tetap ada dan kekal.



B. Menerapkan Perilaku Mulia

Perilaku yang mencerminkan sikap memahami  al-Asma’u al-Husna, tergambar dalam aktivitas aktifitas berikut:

1. Menjadi orang yang dermawan (Al-Karim)

Contoh:
Selalu menyisihkan uang jajan untuk kotak amal setiap hari Jum’at yang diedarkan oleh petugas Rohis.
Menyiram tanaman merawat dan menjaganya.

2. Menjadi orang yang jujur dan dapat memberikan rasa aman (Al-Mu'min)

Contoh:
Menyingkirkan duri, paku, atau benda lain yang ada di jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Menjaga dan merawat tanaman di lingkungan sekitar.

3. Senantiasa bertawakkal kepada Allah (Al-Wakil)

Contoh:
Menjadi pribadi yang mandiri, melakukan pekerjaan tanpa harus merepotkan orang lain.
Menanam tanaman melakukan penghijauan di lingkungan sekitar.

4. Menjadi pribadi yang kuat dan teguh pendirian (Al-Matin)

Contoh:
Kuat dan sabar dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan yang dihadapi.

5. Berkarakter pemimpin (Al-Jami')

Contoh:
Mempersatukan orang-orang yang sedang berselisih.
Bergotong royong melakukan pembersihan saluran air, menanam pohon. memungut dan membuang sampah pada tempatnya, 

6. Berlaku adil (Al-'Adl)

Contoh:
Tidak memihak atau membela orang yang bersalah, meskipun orang tersebut saudara atau teman kita.
Menggunakan air secukupnya dan tidak berlebihan (Pribadi hemat dan tidak mubadzir).
Membuang sampah pada tempatnya.

7. Menjadi orang yang bertakwa (Al-Akhir)

Contoh:
Selalu melaksanakan perintah Allah Swt. seperti salat lima waktu, patuh dan hormat kepada orang tua dan guru, puasa, dan kewajiban lainnya.





Sekian terimakasih

Semoga menjadi ilmu yang bermanfa'at